Kamis, 11 November 2010

love my dad

I LOVE DAD 

Pada tanggal 8 Agustus 1990 , saya di lahirkan ibu saya yang bernama S , dengan 3.8Kg dan panjang 41Cm pukul 00:05 wib . pada saat itu ayahku yang bernama W pun merasa tenang dengan kelahiranku yang normal dan sehat .Pada saat itu kakakku bernama N yang tinggal dengan nenekku berumur 6 tahun pun ikut senang dengan kehadiran diriku . Akan tetapi karena keadaan ekonomi keluarga saya tidak labil pada saat itu,kakakku pun dititipkan bersama nenek.saya di besarkan dan disekolahkan di palembang . tempat dimana saya dilahirkan,TK hingga SMK,banyak sekali lika liku hidup yang keluarga kami jalani.dari mulai ngontrak hingga sekarang bisa memiliki rumah sendiri.
Kenangan yang paling menyentuh di hidup saya adalah dimana saat ayah saya mengalami kecelakaan yang cukup parah dikarenakan diriku

Pada hari sabtu pada tahun 2004 saya lupa tanggal dan waktu nya .
Saya menginginkan sebuah barang yang letaknya di tanggerang sedangkan saya bertempat tinggal di jakarta barat . Ayah pada saat itu sedang libur kerja dan saya pun memintanya untuk mengambilkan barang tersebut ke tanggerang .
Ayah berkata "cie,papa gak bisa kalau sekarang",dan saya menjawab "pa,cie mau barangnya.cie mau pake"
ayah saya pun tetap tidak bisa mengambilkan barang tersebut.dan saya pun hanya bisa ngambek dan terlihat marah serta kesal,berkali kali ayah memanggil saya,tidak saya gubris dan saya jawab.
tiba-tiba ayah saya berkata "cie,papa ambilkan barangmu ya.boleh papa minta alamatnya?", kemudian sayapun memberikan alamat kepada ayahku . Selang waktu 10 menit ayah saya sudah jalan menuju tanggerang.
dan 1 jam  setelah ayah meninggalkan rumah ,ibu saya memecahkan sebuah kaca rias dimeja kamar saya,dan ibu berkata bahwa perasaaannya tidak enak "mama kok gak enak hati ya cie?" saya menjawab "maa,hanya perasaan mama saja.jangan mikir yang gak gak lah maa"

tak berapa lama terdengar suara telepon berdering dan saya lihat air mata mama mengalir keluar dari matanya
"papa kecelakaan cie,di batu ceper" sambil menangis saya pun menjawab "sekarang papa dimana?''
 saya pun segera mengangkat telepon dan menjawab telepon tersebut,menanyakan dimana letak ayah saya pada saat itu.segera saya susul ayah saya di polsek batu cepe.saat saya tiba disana.disaat itu juga saya terduduk lemas melihat keadaan ayah saya yang sudah tidak berdaya .
kondisi yang parah dengan muka yang bengkak dan hidung yang berdarah , tangan yang tidak dapat bergerak dan kaki yang tidak dapat berjalan.dan kesaksian dari warga yang melihat mengatakan "ayah anda menabrak sebuah angkot.dengan posisi ayah anda ngebut dan tidak melihat angkot yang menepi.dia menabrak belakang angkot karena rem ayah anda tidak begitu pakem.sehingga posisi ayah anda setelah menabrak itu di bawah bamper belakang angkot"

dengan segera saya pun memeluk ayah dan mengambil sapu tangan untuk membersihkan hidungnya.tanpa bisa berhenti saya terus menangisi ayah saya.dan sebelum perjalanan pulang seorang polisi memberikan barang yang pada saat itu ada pada ayah saya.barang tersebut adalah HP dan sebuah kotak kalung (barang yang ku inginkan).sepanjang jalan menuju rumah sakit saya menangis tiada henti.terdengar suara ayah yang kecil dan sayu kesakitan "suudaah cie,papa masih bisa denger suaramu".

setibanya di rumah sakit saya menunggu kabar dari ruang UGD dan dokter . dokter memberikan kabar bahwa ayah saya mengalami luka yang serius tulang muka patah,tulang pundak patah,tulang rusuk patah,dan tulang kaki patah. dokter mengatakan ayah saya tidak menyadarkan diri sekarang .

setelah 1 bulan ayah dirumah sakit,ayah saya di ijinkan pulang dan dirumah saya sangat sedih dan rela merawat ayah hingga ayah sembuh.pada saat itu kakak saya tidak begitu perhatian dengan ayah dan saya pun berkelahi dengannya,dia sibuk dengan pacarnya dan kursus bahasa inggris nya . hingga menyebabkan kakak saya pergi dari rumah.

butuh waktu 6 bulan lebih, hingga saya bisa melihat ayah jalan dengan sempurna . dan menggunakan tangannya yang patah tersebut dengan baik.dan sampai sekarang ayah bisa sehat dan bisa berjalan kembali

disana saya pun merasakan betapa takutnya saya kehilangan ayah .
sosok ayah yang sangat baik dan sangat menyayangi diriku . disana saya belajar untuk bisa mengurangi sikap cuek saya dan mencoba selalu menyayangi keluarga . hingga sekarang semua keluarga menyukai perubahan saya :) , bisa melihat orang yang kita sayangi bahagia ,saya pun senang


True Story 

Sweet note : jangan pernah sia - siakan sesuatu yang berharga didepan anda :) dan jangan pernah lupa untuk melihat kebawah ketika kita sudah di atas